Home » ragam » Sekilas Zakat Fitri (atau Fitrah?)

Sekilas Zakat Fitri (atau Fitrah?)


sumber gambar: republika.co.id

sumber gambar: republika.co.id

Bismilllaahirrahmaanirrahiim

Alhamdulillah, setelah sekian lama absen, akhirnya bisa nge-blog lagi ๐Ÿ™‚
Mumpung ramadhan, dan ini sudah masuk 10 hari terakhir (hayoo, nyadar ga?), jadi mari kita fokus mengejar lailatul qadr dan kalau bisa i’tikaf ya.

Eh, sebenernya bukan itu sih, mumpung sudah mendekati ‘Idul Fithri, kan biasanya masjid-masjid sudah mulai ngumumin tuh “Siap menyalurkan zakat fithrah”, sudah siapkah? sudah pahamkah?
Karena saya penasaran, “gimana sih hukumnya?”, akhirnya saya coba cari-cari, dan sekarang hasil baca-bacanya di-share disini ๐Ÿ™‚

Baca di judul kan? Disitu ada dua kata ‘Fitri’ dan ย ‘Fitrah’, nah yang benar yang mana ya? Emangnya artinya beda ya?
Ternyata, kata ‘fithr (ูุทุฑ)’ dan ‘fithrah (ูุทุฑุฉ)’ itu memang beda arti,ย ูุทุฑ bisa diartikan ‘berbuka’ sedangkanย ูุทุฑุฉ berarti ‘fitrah/naluri’. Jadi, sepertinya memang yang lebih tepat digunakan adalah ูุทุฑ karena berhubungan dengan buka puasa/menandakan berakhirnya puasa atau ‘Idul Fithri. Tapi ada juga ‘ulama yang menggunakan istilah ‘zakat fithrah’, salah satunya Imam An-Nawawi. Baiklah, selanjutnya kita gunakan zakat fithr saja ya

Selanjutnya, kita mulai dari dalil yang mengsyariatkan pembayaran zakat fithr ini

ููŽุฑูŽุถูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ูย  ุฒูŽูƒูŽุงุฉูŽ ุงู„ููุทู’ุฑู ู…ูู†ู’ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ุนูŽู„ู‰ูŽ ุงู„ู†ุงูŽู‘ุณู ุตูŽุงุนู‹ุง ู…ูู†ู’ ุชูŽู…ู’ุฑู ุฃูŽูˆู’ ุตูŽุงุนู‹ุง ู…ูู†ู’ ุดูŽุนููŠู’ุฑู ุนูŽู„ู‰ูŽ ูƒูู„ูู‘ ุญูุฑูู‘ ุฃูŽูˆู’ ุนูŽุจู’ุฏู ุฐูŽูƒูŽุฑู ุฃูŽูˆู’ ุฃูู†ู’ุซูŽู‰ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู…ู€ุณู’ู„ูู…ููŠู†

“Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallamย memfardhukan zakat fithr bulan Ramadhan kepada manusia sebesar satu shaa’ kurma atau sya’ir, yaitu kepada setiap orang merdeka, budak, laki-laki dan perempuan dari orang-orang muslim.” (HR. Jamaah kecuali Ibnu Majah dari hadits Ibnu Umar)

Bisa dilihat dari hadits di atas, bahwa hukum zakat fithr adalah wajib bagi setiap muslim, baik itu laki-laki maupun perempuan dari golongan merdeka maupun budak. Tentu saja yang wajib menunaikan zakat adalah yang mampu, yang tidak mampu justru yang pantas menerima zakat. Bagaimana dengan bayi? atau orang yang masih ditanggung oleh walinya (misalnya mahasiswa, hehe)? Zakatnya wajib dibayarkan oleh yang menjadi walinya.

Kapan sih zakatnya wajib dikeluarkan? Seseorang terkena kewajiban menunaikan zakat fithr jika ia menemui terbenamnya matahari pada hari raya ‘Idul Fithri (hari terkahir ramadhan). ย Ini pendapa dari Imam Syafi’i.

Kalau bayar zakatnya beberapa hari sebelumnya boleh? Kan repot tuh kalau mepet-mepet malem ‘Idul Fihri atau shalat ‘id. Jawabannya boleh-boleh aja, sesuai dengan riwayat di bawah ini.

ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุงุจู’ู†ู ุนูู…ูŽุฑูŽ โ€“ ุฑุถู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู…ุง โ€“ ูŠูุนู’ุทููŠู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ูŠูŽู‚ู’ุจูŽู„ููˆู†ูŽู‡ูŽุง ุŒ ูˆูŽูƒูŽุงู†ููˆุง ูŠูุนู’ุทููˆู†ูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุงู„ู’ููุทู’ุฑู ุจููŠูŽูˆู’ู…ู ุฃูŽูˆู’ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽูŠู’ู†ู

โ€œDan Ibnu โ€˜Umar radhiyallahu โ€˜anhuma memberikan zakat fithri kepada orang-orang yang berhak menerimanya dan dia mengeluarkan zakatnya itu sehari atau dua hari sebelum hari Raya โ€˜Idul Fithri.โ€ (HR. Bukhari no. 1511)

Tapi memang, afdhalnya itu ketika pagi hari ‘Idul Fihrinya.
Kalau setelah shalat ‘id boleh ga? Nah, ini yang ga boleh, kalau ditunaikan setelah shalat ‘id itungannyaย jadi shadaqah, bukan zakat.

โ€œBarangsiapa yang menunaikan zakat fithri sebelum shalat maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelahย shalatย maka itu hanya dianggap sebagai sedekah di antara berbagai sedekah.โ€ (HR. Abu Daud no. 1609 dan Ibnu Majah no. 1827. Syaikh Al Albani mengatakan bahwaย haditsย ini hasan)

Penerima zakat fihr siapa aja sih?
Jumhur (mayoritas) ‘ulama berpendapat bahwa penerima zakat fithr sama dengan penerima zakat pada umumnya, yaitu 8 golongan itu (hayoo, tau ga yang mana?). Tapi ada juga pendapat dari para ulama madzhab Malikiyah, Imam Ahmad, dan juga Ibnu Taimiyah, bahwa yang berhak menerima zakat fithr adalah orang miskin. Karena menurut salah satu hadits, zakat fithr tu adalah makanan buat orang miskin.

Oh, jadi zakat fithr tu cuma berupa makanan?
Jumhur ulama berpendapat demikian, zakat fithr harus berupa makanan pokok, sesuai dengan kebiasaan masyarakat sekitar. Ukurannya berapa? Beradasarkan hadits yang tertulis di atas, ukurannya sebesar 1 (satu) shaa’. Ada yang menafsirkan 1 shaa’ itu sebanyak empat tangkupan dua telapak tangan (telapak tangan siapa ya? hehe). Dan jika dikonversikan, maka kurang lebih jadi 2,5 kg, ada juga yang bilang 3 kg, ada juga yang bilang shaa’ itu bukan satuan massa, tapi satuan volume, jadi seharusnya liter, kurang lebih 3,5 liter. Jadi yang mana nih? Amannya sih yang paling banyak aja, dan pilih kualitas yang biasa dimakan ya.

Kalau zakat dengan uang boleh ga? Biar ga repot-repot bawa beras
Sekali lagi, jumhur ulama (Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad, dll) bilang harus makanan pokok, jadi tidak boleh dengan uang.
Memang ada ulama yang membolehkan, diantaranya ulama Madzhab Hanafiyah, ‘Umar ibn ‘Abdul ‘Aziz, Al-Hasan Al-Bahsri, dll.
Ada juga pendapat pertengahan yang menyatakan boleh makanan boleh uang, tergantung dimana dia berada dan apa yang lebih dibutuhkan/lebih mudah dimanfaatkan oleh penerima zakat. Yang berpendapat seperti ini diantaranya Mahmud Syaltut dan Dr. Yusuf Al-Qaradhawy.

Hmmm, jadi ikut yang mana? lebih aman sih ikut yang pendapat mayoritas ulama. Ikhtiarkan saja semampunya. ๐Ÿ™‚

Segitu saja, namanya juga sekilas, kalau ada kesalahan mohon dikoreksi ya…

Wallahu A’lam bish-shawab

Sumber:
Muslim.or.id
RumahFiqih.com

5 thoughts on “Sekilas Zakat Fitri (atau Fitrah?)

  1. Fikri, saya mau tanya dong. Kalau tempat pemberiannya di mana ya? Karena 1 atau 2 hari sebelum Idul Fitri kan saya ke Jogja, tapi saya kok lebih afdol memeberikan di tempat saya tinggal ya (Jakarta, sy tarawih jg di masjid Jkt) tapi itu jadinya sktr seminggu sebelum Idul Fitri. Bolehkah? Thanks Ustadz ๐Ÿ˜‰

    • sebagian ulama membolehkan zakat fithr ditunaikan ‘agak jauh’ dari Idul Fitri, jadi insya Allah seminggu sebelum pun boleh-boleh saja
      tapi emang sih, lebih afdhal di tempat kita ber-idul fitri, karena lebih mencapai maknanya ๐Ÿ™‚
      wallahu a’lam
      p.s. saya ga punya sertifikasi ustadz, hahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s