Home » ragam » Hadits Palsu (?)

Hadits Palsu (?)


Hari ini saya menyaksikan beberapa orang membagikan/share sebuah foto di laman salah satu jejaring sosial, yah sebut saja fesbuk. Setelah saya klik fotonya, ternyata memang banyak sekali yang sudah meng-klik share pada foto itu, sekitar 200an. Awalnya saya tidak begitu memperhatikan, hanya membaca sekilas dan sedikit mengernyitkan dahi, lalu kembali mengerjakan aktivitas saya yang belum selesai. Saat itu memang saya sudah merasa ada yang ganjil, tapi karena sedang sibuk jadinya terabaikan.

ini fotonya

ini fotonya

Saya baru memperhatikan benar-benar lagi ketika seorang teman saya, sebut saja Ibong, menanyakan ke saya tentang isi foto itu. Ya, isi foto itu adalah tulisan tentang tanggung jawab suami, disertai sebuah kalimat hadits yang dinisbatkan kepada Imam Muslim. Hanya dengan membacanya sekilas, saya merasa ganjil dengan kalimat/matan hadits tersebut. Tidak umum dan tidak “berasa” hadits, tapi ada cap “HR. Muslim”nya, nah lho. Akhirnya, dengan bantuan mesin pencari, saya ketikkan beberapa kata kunci mengenai foto dan hadits tersebut. Hasil yang saya dapat memang tidak banyak, namun mendukung hipotesis saya dan teman saya tadi.

Yup, hadits tersebut palsu karena tidak terdapat dalam kitab Shahih Muslim, begitulah kurang lebih pernyataan dari Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawwaz. Beliau telah mengecek langsung ke kitab Shahih Muslim. Well, saya sendiri mendapatkan info ini dari internet, salah satunya dari sini dan dari sini, bisa jadi tidak valid juga ya? hehe. Maafkan saya yang ilmunya dangkal ini, saya memang bukan orang yang khusus belajar ilmu-ilmu diniyah. Tapi bagi saya, pendapat ini lebih meyakinkan, karena, seperti yang saya nyatakan di awal, kalimat hadits itu aneh. Saya belum pernah mendengar hadits itu di kajian tentang pernikahan manapun yang saya ikuti dan belum pernah membaca hadits itu di buku tentang pernikahan manapun yang pernah saya baca. Yah, bukan berarti udah banyak ikut dan banyak baca juga sih.

Intinya, saya hanya ingin berhati-hati dalam menerima suatu informasi, apalagi informasi yang disebarkan lewat jejaring sosial. Terlebih lagi jika informasi tersebut tentang dalil-dalil agama, karena Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

Barang siapa yang sengaja berdusta atas namaku maka hendaklah ia mengambil tempat tinggalnya di neraka.” (HR. Bukhari juz 1 dan Muslim juz 1)

“Barangsiapa yang menyampaikan suatu hadits dariku yang hal itu tampak dusta, maka dia tergolong salah satu di antara dua pendusta.” (HR. Muslim dalam Mukadimah Shahihnya, lihat al-Jam’u Baina ash-Shahihain, hal. 8 )

Nah, lebih baik berhati-hati dalam menyebarkan informasi, bisa-bisa kita tanpa sengaja telah jadi pendusta. Mungkin  informasinya (terlihat) baik, tapi lebih baik lagi jika diklarifikasi lagi kebenarannya.

Mohon segera dikoreksi jika terdapat kesalahan pada tulisan ini. Mari saling menasehati dalam kebaikan, saling menasehati dalam kesabaran.

Wallahu a’lam bish-shawwab

sumber: abumushlih.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s