Home » ragam » Mengumumkan Pinangan, Perlukah?

Mengumumkan Pinangan, Perlukah?


sumber gambar: cetusanhati.com

sumber gambar: cetusanhati.com

“Eh, doain gue ya…lagi ‘proses’ nih…(muka sumringah, napas ga wajar)”
“wah iya? kapan nikahnya? walimahnya?”
“Ehm…belum tau sih, ketemu ortunya aja belum…”
“oh…”

“Akh, antum kapan nikah? udah ‘proses’ belum sih?”
“haha, antum kepo banget sih, santai lah…(nyengir lebar)”
“ya…kalo ada kabar bahagia kabar-kabarin dong”
“Sabar bro, ntar kalo udah ada tanggalnya insya Allah ane undang semua..(lebih lebar lagi nyengirnya)”

Ehm…buat yang belum paham, kata ‘proses’ disitu maksudnya ‘proses menuju pernikahan’. Biasanya istilah ini populer di kalangan aktivis dakwah. Jadi tulisannya buat aktivis dakwah? Oh nggak kok, ini buat publik, siapa aja boleh baca 😀

Alhamdulillah, beberapa pekan terakhir saya menyaksikan beberapa peristiwa menggemberikan dan mengharukan. Ya, beberapa teman saya menikah! Selain itu ada juga yang sudah “membisikkan” tanggal gembiranya 😀
Wah, saya kapan ya? #eh

Kali ini yang akan sedikit dibahas adalah soal pinangannya. Memangnya kenapa dengan pinangan? pinangan apa sih? Okay, yang jelas ini ga ada hubungannya dengan panjat pinang (jayus kali).
Pinangan sepertinya bisa disandingkan dengan istilah tunangan, gampangnya seperti itu. Bisa dibilang pinangan/tunangan itu proses atau kesepakatan yang terjadi antara seorang perempuan dan laki-laki (beserta keluarga atau walinya) bahwa mereka berdua akan melangsungkan pernikahan. Paham kan ya?

Terus, ada apa dengan pinangan? Nah, saya pernah mengamati, ada beberapa orang yang dari jauh-jauh hari sudah mengumumkan atau memberi tahu orang-orang sekitar bahwa dia akan menikah. Padahal mungkin prosesnya masih jauh, ketemu ortu (bakal) calonnya aja belum, apalagi nentuin tanggal walimah, tapi udah kesana-kemari “memamerkan” kedekatannya, hadeuh…

Emang ga boleh ya? Hmm, terkait boleh-tidaknya, saya cuma menemukan satu dalil ini, yang kalau ditilik dari bahasanya, lebih bersifat himbauan

“rahasiakanlah pinangan, selenggarakanlah/umumkanlah walimah” (HR. Ibnu Hibban 1285, Ath-Thabarani I: 1/69, dan lainnya )

Nah, yang memang perlu diumumkan adalah walimah/resepsinya. Jadi orang-orang tau bahwa seseorang sudah beristri dan siapa istrinya, supaya tidak terjadi fitnah. Pinangannya sebaiknya rahasiakan saja 🙂

Kalau memberi tahu orang-orang dengan tujuan supaya mereka siap-siap (waktu, uang, dsb)? Bukankah memberi tahu jika sudah ada tanggalnya itu lebih baik? jadi sekalian ngasih undangan, hehe

Kalau memberi tahu dengan tujuan meminta nasehat dari orang tersebut? Ya boleh saja, tapi ga usah banyak-banyak orangnya, cukup satu atau dua orang saja yang memang dianggap bisa memberi nasehat.

Memangnya kenapa sih, emang ada dampak buruknya ya kalau tidak merahasiakan pinangan?
Ini sih biasanya ya, kalo udah pada tau, yang mau nikah tu bakal diceng-cengin mulu, digoda-goda, disindir-sindir, dsb. Akhirnya biasanya yang tau bakal lebih banyak, menyebar.
Perlu diingat, yang namanya manusia cuma bisa berencana, hasil akhir cuma Allah yang tau. Kita tentunya berharap yang baik-baik, prosesnya akan lancar-lancar saja, tapi kemungkinan prosesnya batal di tengah jalan itu ada, kejadian nyatanya juga ada. Coba bayangkan, orang-orang udah banyak yang tau, trus batal, sakit kan? apalagi buat yang cewek (katanya sih gitu).

Terus biasanya, kalau orang-orang udah pada tau, “penjagaannya” bisa jadi lebih kendor. “ah, orang-orang juga udah pada tau”, akhirnya yang tadinya agak segan jadi lebih lebih “lepas”. kalau diteruskan, hal ini bisa mencemari kebersihan hati dan tentunya proses menuju pernikahannya.
Nikah itu ibadah, yang diharapkan adalah berkah, tentunya harus diraih dengan proses yang bersih pula.
Nikah itu salah satu ibadah yang paling dahsyat, bisa menggenapkan separuh agama! Jadinya wajar kalau para setan berusaha menghalangi-halangi sebisanya, minimal mengurangi keberkahannya. Na’udzubillah…
Lebay? saya pernah me-reblog tulisan Ustadz Salim A. Fillah disini. Itu kisah nyata, serem banget lah pokoknya 😦

Sekian aja deh, khawatir saya tidak bisa mempertanggungjawabkan apa yang saya tulis 😦
Kalau ada yang salah mohon segera dikoreksi ya..

wallahu a’lam bish-shawwab

2 thoughts on “Mengumumkan Pinangan, Perlukah?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s