Home » ragam » Menangguhkan Utang dan Manfaatnya

Menangguhkan Utang dan Manfaatnya


Bismillahirrahmanirrahim

Beberapa hari yang lalu terjadilah obrolan singkat antara saya dan teman saya, sebut saja namanya Patrick, kenapa Patrick? karena dia berteman akrab dengan Spongebob dan badannya gemuk, haha (Oke, abaikan saja fakta ini). Obrolan ini terjadi karena saya berkata bahwa ada orang yang ingin mengembalikan utangnya kepada saya dan waktu pengembaliannya sudah lewat. Lalu si Patrick ini berkata, kurang lebih, seperti ini

“Gapapa bro, kalo ngasih keringanan ato penangguhan insya Allah pahalanya berlipat”

Hmm, menarik juga wejangannya. Karena penasaran, akhirnya saya cari-cari deh dalilnya, bener ga sih? dan kalo emang ada keuntungannya, sebesar apa sih keuntungan yang didapatkan oleh si pemberi utang ato yang punya piutang?

Nah, ternyata bener kata si Patrick, orang yang memberi utang dan memberi keringanan pada si pengutang insya Allah akan dirahmati Allah, seperti sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam berikut

“Semoga Allah merahmati seseorang yang bersikap mudah ketika menjual, ketika membeli, dan ketika menagih haknya (utangnya)” (HR. Bukhari no. 2076).

Trus-trus? ada lagi ga sih? yang lebih spesifik yang lebih “menjanjikan” gitu, kan susah juga kalo orang yang ngutang ngulur-ngulur waktu terus, kita juga butuh duit kan? *halah, lebay*. Oke, masih ada lagi ternyata, nih

“Barangsiapa memberi tenggang waktu bagi orang yang berada dalam kesulitan untuk melunasi utang atau bahkan membebaskan utangnya, maka dia akan mendapatkan naungan Allah” (HR. Muslim no. 3006)

“Barangsiapa memberi tenggang waktu pada orang yang berada dalam kesulitan, maka setiap hari sebelum batas waktu pelunasan,  dia akan dinilai telah bersedekah. Jika utangnya belum bisa dilunasi lagi, lalu dia masih memberikan tenggang waktu setelah jatuh tempo, maka setiap harinya dia akan dinilai telah bersedekah dua kali lipat nilai piutangnya.” (HR. Ahmad, Abu Ya’la, Ibnu Majah, Ath Thabraniy, Al Hakim, Al Baihaqi. Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shahihah no. 86 mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Wow, dapat naungan, tau kan naungan? yah…intinya kita akan mendapakan perlindungan, keamanan, dst dari Allah subhanahu wa ta’ala, termasuk di hari akhir nanti. Dan wow lagi, ternyata setiap hari penangguhan dari empunya piutang akan dinilai bersedekah dua kali lipat dari piutangnya!. Maasyaa Allah…

Hmmm, berarti kalo nanti kita yang ngutang, kasih dalil ini aja ya ke yang ngutangin biar dikasih keringanan/penangguhan, hehe.

Eits, ntar dulu. Kalo memang belum bisa mengembalikan utang karena kesulitan, bolehlah kita meminta keringanan, tapi tetap diniatkan mengambalikan sesuai dengan tempo yang disepakati. Tapi kalo emang udah jatuh tempo dan emang sanggup bayar, ato bahkan berlebih, ya dilunasi aja lah. Kenapa? karena utang itu perkara serius, dan bakal terus dibawa sampe akhirat kalo belum lunas.

Dari Tsauban, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang ruhnya terpisah dari jasadnya dan dia terbebas dari tiga hal: [1] sombong, [2] ghulul (khianat), dan [3] utang, maka dia akan masuk surga.” (HR. Ibnu Majah no. 2412. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Tuh kan, kalo masih ada utang, masuk surganya bisa terhambat 😐

“Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka utang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR. Ibnu Majah no. 2414. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

“Semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali utang.” (HR. Muslim no. 1886)

Ya, utang yang dibawa sampai mati akan dilunasi dengan amal kebaikannya (kecuali ada ahli waris atau yang lain yang melunasi), sayang kan? Bahkan orang mati syahid pun utangnya tidak lantas terlunasi. 😦

Hmmm, jadi kesimpulannya, buat yang punya piutang, berikanlah kemudahan bagi orang yang diutangi. Dan buat yang punya utang, bersegeralah bayar utangnya sesuai kesepakatan, hehe.

Semoga ada manfaatnya ya.

Wallahu a’lam bish-shawwab

 

Sumber : Rumaysho.com

14 thoughts on “Menangguhkan Utang dan Manfaatnya

  1. kl sy kasusny masalah komunikasi, yg berhutang sdh jnji mau melunasi tapi hari deadline tidak melunasi, lalu sy beri tenggang waktu dan sudah disepakati kpn mau bayar, eh malah tidak bayar lagi…

    dingtkn ato disms g ad respond, yah, kl g kesel ya wallahualam, hehe

    susah nih pdhl orng sesuhu dan berkiblat pd aktivitas yg sama…

    temen sendiri aj susah gmn orang lain ya???

  2. oya fik, mau nanya nih tp diluar topik

    kl belajar aplikasi programing enakny make ap ya??

    visual basic, C++ ato ap??

  3. aplikasi programming sekaligus ada bahasa programming yg mudah dipelajari buat orang awam seperti saya

    oya, ad ebook untuk untuk belajar desain web atau desain blog gitu g??mau dong…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s