Home » ragam » Shalat Tarawih Berjamaah Lebih Utama (?)

Shalat Tarawih Berjamaah Lebih Utama (?)


Sumber gambar : salmanitb.com

Bismillahirrahmanirrahim

Ehm…sebelumnya, tulisan ini tidak diniatkan untuk menghakimi, memberi fatwa, dsb. Tulisan ini hanya sebagai media bagi saya untuk belajar dan berbagi apa-apa yang saya pelajari. Jadi tulisan ini lebih bersifat cerita, ya, cerita yang saya alami beberapa hari lalu. Jika terdapat kesalahan di dalamnya, mohon dikoreksi ๐Ÿ™‚

Jadi, (belum apa-apa kok udah jadi? -.-) ceritanya berawal ketika beberapa hari yang lalu, saya dan beberapa teman diundang dalam acara buka bersama sekaligus lomba masak, haha. Jadi di lomba masak itu, tim ikhwan bertindak sebagai koki masakan utama, dan tim akhwat sebagai koki ta’jil atau hidangan pembukanya. Terbalik ya? biasanya akhwat yang masak menu utamanya dan ikhwan yang bikin ta’jilnya. Menu utamanya adalah ikan-ikanan (ikannya beneran kok), terdiri dari ikan gurame, ikan bawal, dan ikan nila. Eh, kok malah cerita tentang lomba masaknya? haha. Baiklah, paragraf selanjutnya akan berisi tentang shalat tarawihnya, hehe.

Jadi, dalam acara lomba masak itu, ada seorang teman, sebut saja namanya Boim, yang agak ngotot mengajak yang lain untuk melaksanakan shalat tarawih secara berjamaah, sedangkan teman yang lain kebanyakan cenderung shalat di rumah, soalnya acaranya kemungkinan bakal sampai malam dan kalo tarawih dulu khawatir kemalaman. ย Lalu si Boim ini menyampaikan suatu dalil yang kira-kira bunyinya begini (saya agak lupa soalnya).

“Shalat tarawih bersama imam itu pahalanya seperti qiyamul lail sepanjang malam”

Nah, sepertinya sebagian besar dari kelompok kami belum pernah dengar. Selain itu, sebagian besar berpendapat bahwa shalat tarawih lebih afdhal dilakukan di rumah dan pada sepertiga akhir malam, karena sejatinya shalat tarawih itu adalah shalat malam/qiyamul lail/tahajjud. Tambahan lagi, secara umum, shalat sunnah itu biasanya dilakukan sendirian dan di rumah. Hmmm…karena hari semakin malam, harus beres-beres peralatan masak-masak, dan beberapa orang harus buru-buru pulang, akhirnya diskusinya (terpaksa) dihentikan. Tapi karena Boim tetep ngotot mau shalat tarawih berjamaah sebelum pulang, alasannya sih takut ketiduran kalau nyampe rumah, akhirnya saya dan tiga orang teman menemani shalat berjamaah dengan Boim sebagai imamnya :-).

Nah, tadi, karena saya teringat lagi soal itu, akhirnya saya cari-cari deh dalilnya, alhamdulillah ketemu dalil yang dimaksud si Boim, nih dia.

Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah bersabda :

ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ูŽ ุฅูุฐูŽุง ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู’ุฅูู…ูŽุงู…ู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูŽู†ู’ุตูŽุฑูููŽ ุญูุณูุจูŽ ู„ูŽู‡ู ู‚ููŠูŽุงู…ู ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู
โ€œSesungguhnya seseorang apabila shalat bersama imam sampai selesai maka terhitung baginya (makmum) qiyam satu malam penuh.โ€ (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasaโ€™i, dan Ibnu Majah)

Ternyata, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani. Lalu, menurut Ibnu Qudamah, hadits ini berlaku pada qiyam ramadhan/tarawih (Al-Mughni, 2/606). Terus, masih kata Syaikh Al-Albaniย โ€œApabila permasalahan seputar antara shalat (tarawih) yang dilaksanakan pada permulaan malam secara berjamaah dengan shalat (yang dilaksanakan) pada akhir malam secara sendiri-sendiri, maka shalat (tarawih) dengan berjamaah lebih utama karena terhitung baginya qiyamul lail yang sempurna.โ€.

Jadi, memang ada pendapat yang bilang begitu dan haditsnya memang ada. Terus, pendapat tentang shalat tarawih berjamaah lebih utama juga dipegang oleh Imam Syafi’i dan beberapa sahabatnya, juga Imam Abu Hanifah dan Imam Ahmad.

Hmm, jadi gimana nih? berjama’ah atau sendiri pas sepertiga akhir malam? Yah…semampunya aja lah, lagipula tulisan ini cuma bahas sedikit. Biar lebih mantap silahkan pelajari sendiri ya, hehe. Yang jelas, jangan sampe tarawihnya, yang sunnah, berjamaah tapi shalat wajibnya malah sendiri-sendiri (kecuali ada halangan yang syar’i). ๐Ÿ˜€

Oke, segitu saja, semoga ada manfaatnya.

Wallahu a’lam bish-shawwab

Sumber :ย AsySyariah.com

2 thoughts on “Shalat Tarawih Berjamaah Lebih Utama (?)

  1. komeng aja sih

    saya juga baru tau lho pas baca tulisan ini

    tapi dulu emang pernah dibilangin kalau kita shalat taraweh harus sekalian sama witir kalau imamnya juga sampai witir. Ya soalnya lihat dari yg hadits itu

    Sesungguhnya seseorang apabila shalat bersama imam sampai selesai maka terhitung baginya (makmum) qiyam satu malam penuh.โ€ (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasaโ€™i, dan Ibnu Majah)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s