Home » curhat » Berkatalah yang baik atau diam…

Berkatalah yang baik atau diam…


Bismillahirrahmaanirrahiim…

Sebenarnya sudah lama saya gelisah kalau mendapati hal-hal seperti ini, namun banyak hal yang membuat diri saya lalai dan enggan untuk berpikir lebih lanjut, apalagi untuk mengambil tindakan nyata. Astaghfirullah…

Saya kembali “tersentil” ketika ada teman saya yang men-summon (maaf ga baku) saya dalam suatu diskusi di sebuah grup jejaring sosial, sebut saja fesbuk. Diskusi itu tentang suatu fatwa haram yang dilontarkan oleh seorang Kiyai kenamaan yang juga memegang jabatan yang tinggi di lembaga yang bisa dibilang mewakili suara umat Islam di Indonesia. Fatwa ini berkenaan dengan kabar akan datangnya seorang artis luar negeri, dalam rangka konser, yang katanya “berperilaku tidak baik” dan bisa mengancam aqidah umat Islam. Jadi Sang Kiyai memfatwakan haramnya membeli tiket konser tersebut, dan menurut saya juga harga tiketnya memang mahal, lebih baik disumbangkan saja, haha. Saya pun termasuk orang yang setuju dengan fatwa ini, karena mencegah kemungkaran, apalagi yang mengancam aqidah, itu hukumnya wajib bagi yang mengaku dirinya muslim. Sebagaimana sabda Nabi kita yang mulia

Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu maka hendaknya dengan lisannya. Dan apabila tidak mampu lagi maka dengan hatinya, sesungguhnya itulah selemah-lemah iman’.” (HR. Muslim)

Tapi yang lebih dipersoalkan bukanlah masalah fatwa itu, namun masalah komentar dari orang-orang pada artikel yang memuat berita tentang fatwa tersebut di sebuat situs berita Islam. Memang ada komentar yang kemungkinan besar membuat jengah, marah, dan berpotensi menimbulkan “konflik” adu komentar. Komentar itu berbunyi “walah, tiket juga diurusin ya…”. Kontan saja komentar tersebut mengundang tanggapan dari banyak orang dan bisa ditebak kebanyakan komentar bernada tidak setuju dengan komentar tersebut. Wajar sih, karena itu situs berita Islam yang cukup banyak dikunjungi. Tanggapan-tanggapan yang banyak itu mungkin tidak jadi soal jika dituliskan dengan bahasa yang sopan dan adem. Tetapi dari pengamatan saya, kebanyakan komentar-komentar, yang memang bernada kesal, tersebut tidak sedikit yang menggunakan kata-kata kasar dan cemoohan. Dan kejadian ini bukan hanya sekali-dua kali saya saksikan sendiri (di dunia maya tentunya).

Adalah wajar jika kita tidak setuju dengan suatu pendapat, apalagi pendapat itu dirasa menyerang kita atau sesuatu yang kita junjung tinggi, dalam hal ini agama (Islam). Adalah wajar jika kita membela (dengan semangat membara) ketika agama kita dihinakan. Dan Insya Allah pembelaan terhadap Islam yang mulia ini akan termasuk ibadah, jika dilakukan dengan niat yang lurus ikhlas.

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam adalah manusia yang paling bertaqwa kepada Allah, paling gigih usahanya dalam menyebarkan Islam, dan paling tegas juga sikapnya dalam membela Islam. Namun, Rasulullah tidak mengajarkan untuk membalas lemparan batu dengan lemparan batu, tidak mengajarkan membalas lumuran kotoran unta dengan kotoran unta, dan tidak pula mengajarkan membalas cacian dengan cacian, cemoohan dengan cemoohan. Rasulullah justru mengajarkan kita mendakwahkan Islam dengan cara yang baik, dengan cara yang ahsan. Sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik”.(QS. An-Nahl : 125)

Dan ini bukan hanya dalam hal mengomentari artikel atau komentar yang berbau miring dalam menyampaikan hal-hal lain ataupun nasehat kepada saudara kita pun seharusnya dilakukan dengan cara yang ahsan pula agar tidak menyakiti perasaan penerima nasehat. Seperti sabda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah dia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)

Yah…akhir kata, semoga tulisan ini dapat menjadi pengingat bagi saya untuk menjaga diri sendiri dari bersikap yang tidak baik dalam menyampaikan sesuatu. Semoga saya dan kita semua terhindar dari melakukan tindakan yang kita tidak miliki ilmunya…

wallahu al-musta’an

2 thoughts on “Berkatalah yang baik atau diam…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s