Home » curhat » le wild wise words…

le wild wise words…


Siang itu bimbingan TA agak tidak biasa, bukan karena ada hal yang aneh-aneh tapi lokasi bimbingannya, di ruang Kaprodi, haha. Kalau dari konten bimbingannya sih biasa, masih seputar analisis dan alternatif solusi juga bayangan implementasi.

Jadi siang itu sang dosen pembimbing meminta saya menerapkan teknik yang sebelumnya belum terpikirkan ketika menyusun/merancang TA pertama kali (semester lalu). Dosen meminta saya untuk mencoba dan menerapkan Case Based Reasoning pada komponen answer finder dari sistem yang akan (sedang) saya bangun. Jadi kemungkinan arsitektur sistemnya akan berubah (wew -___-“). Yak, sekian saja cerita soal TA-nya 😐

Setelah bimbingan selesai dan belum sempat ditutup, datanglah seseorang yang saya sudah kenal yaitu kakak tingkat yang sudah lulus tahun lalu (le wild alumnus appeared…). Sepertinya sedang mengurusi berkas-berkas untuk mengajukan ke jenjang berikutnya, dan pembicaraan pun berlanjut. Pembicaraan awalnya berisi tentang informasi beasiswa aftergraduate dan sejenisnya, lalu melebar ke topik talents mapping dan kecenderungan orang dalam menghadapi hidupnya (wew, le wild topics appeared…). Si kakak tingkat saya bercerita bahwa dia bukanlah orang yang bisa diminta untuk membuat rencana jauh ke depan, namun lebih cenderung kepada melakukan apa saja yang ada “di hadapannya”, maksudnya ya….lakukan saja apa yang bisa dilakukan sekarang. Padahal di training-training motivasi yang katanya mahal-mahal itu, para peserta cenderung didorong untuk membuat goal-goal jangka panjang dalam hidupnya. Ternyata, sang dosen pembimbing saya juga orang yang seperti itu, itu pengakuan beliau, jadi beliau hanya mengikuti apa-apa yang “dituliskan” oleh Tuhan saja, jadi tawakkal saja. Yah…ternyata orang memang berbeda-beda ya, cara menghadapi masalah pun berbeda, menyikapi rencana hidup pun pasti berbeda juga (you don’t say??)

Yang menarik dari pertemuan siang itu adalah, setelah kakak tingkat saya itu pergi, saya masih ngobrol-ngobrol dengan dosen saya ini sambil beres-beres buku catatan dan laptop. Obrolan masih berkisar di menyikapi hidup dan penyusunan rencana. Saya sedikit bercerita bahwa ada kegagalan-kegagalan yang agak menurunkan semangat dan fokus saya. Lalu dosen saya pun berkata (le wise words appeared…) : “Kita tidak akan pernah kecewa jika semuanya diniatkan lillahi ta’ala….Bahagia itu bukan ketika kita mencapai sesuatu, tapi bahagia itu pada prosesnya…”, yah kurang lebih begitulah redaksi ucapan beliau. Saya pun tertegun, kata-kata itu sederhana dan mungkin bukan pertama kali saya mendengarnya atau bahkan saya sering mengucapkannya (dulu) #introspeksi.

Ya memang, Allah Mahatahu tentang apa-apa yang terbaik buat kita, jadi seharusnya kita tidak perlu kecewa (berkepanjangan) dalam menghadapi kegagalan, sesuai dengan firman-Nya dalam Surat Al-Baqarah ayat 216 “…tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui“. Begitu sederhana sebenarnya, dan mungkin sudah tidak asing, justru seharusnya kita bersyukur bila masih bisa merasakan “ketidaknyamanan” karena itu tanda Allah masih “memperhatikan” kita, “apakah kamu mengira setelah mengatkan ‘kami beriman’ maka kamu tidak akan diuji?”

wallahu waliyyut taufiq…

2 thoughts on “le wild wise words…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s