Home » curhat » “Tragedi” Pulang Bersama

“Tragedi” Pulang Bersama


spanduk pulang bersama
Hari itu sabtu, hari dimana saya dan teman-teman sedaerah dengan saya mengadakan acara Pulang Kampung Bersama, sebut saja begitu, dalam rangka libur Idul Fitri di tahun ini.
Kami berencana berkumpul di gerbang depan kampus tercinta kami, yang berlambang gajah duduk, pada pukul 05.00 WIB. Jadi, sebagai konsekuensi dari rencana tersebut, sehabis sahur saya langsung mandi (brrr gak dingin-dingin amat sih).
Kenapa kami berencana berangkat begitu pagi? Karena kami semua ingin mendapat kesempatan untuk berbuka puasa di rumah masing-masing setelah menempuh perjalanan (karena normalnya perjalanan sampai ke daerah asal kami butuh waktu 10-12 jam)
Setelah sholat subuh di masjid dekat kosan, saya dan teman satu kosan saya, yang juga satu daerah, langsung berangkat ke kampus menuju gerbang depan. Sesampainya disana ternyata sudah banyak teman kami yang menunggu. Beberapa saat kemudian, bus yang sedianya akan mengangkut kami datang dan kami pun menjadi riang karenanya. Setelah kami memilih tempat duduk masing-masing, tiba-tiba sang ketua perkumpulan kami berkata (kurang lebih begini), “Temen-temen, di bus ni masih ada kursi kosong 11, jadi bus ini mau sambil nyari penumpang di jalan, ga pa pa ya..?”. Pada mulanya kami fine-fine saja mendengar itu, namun ternyata dampaknya baru terasa beberapa jam kemudian.

Ketika bus sudah berjalan sekitar 2-3 jam, saya dan teman sebelah saya menyadari bahwa kecepatan bus ini lebih rendah dari bus-bus yang biasa kami tumpangi (padahal saat itu kami ada di jalan tol dan kondisinya lengang), hal ini yang membuat kami berdua mulai gelisah. Hal berikutnya adalah, di perjalanan bus ini sering sekali berhenti alias ngetem dan bus ini ngetem di tempat-tempat yang tidak lazim (bahkan sempat di samping kompleks pemakaman), yang tentu saja berdampak pada molornya waktu perjalanan. Kami semua bertambah gelisah ketika pada jam yang menurut perhitungan kami seharusnya kami sudah berada dalam kapal, kami masih ada di jalan dan hal ini membuat beberapa kami mulai cemas tidak akan sempat berbuka puasa di rumah.

Kekesalanku memuncak ketika kami baru memasuki kapal sekitar pukul 15.00 WIB, padahal waktu normal bagi kapal untuk menyberang adalah 2,5 jam, pada taraf ini bahkan ada beberapa teman kami yang terancam tidak dapat sampai kerumahnya pada hari itu karena menurut perkiraan pada saat bus ini sampai di terminal maka teman-teman kami tersebut tidak akan kebagian angkutan berikutnya ke daerah mereka dan mereka terpaksa harus menginap untuk menunggu angkutan berikutnya keesokan harinya. Kekhawatiran semakin mendekati kenyataan ketika kami harus berbuka puasa di jalan walaupun beberapa saat kemudian kami sampai di rumah makan. Beruntung bagiku karena rumah makan itu sudah berada di daerahku dan aku hanya perlu menelepon ayahku untuk minta dijemput. Beberepa temanku sudah positif tidak dapat sampai di rumah pada hari itu.

Hipotesisku dan teman-teamanterbukti setelah keesokan siangnya saya menerima sms dari teman yang berinisial MALN bahwa ia baru saja sampai di rumah!! Heh…benar-benar perjalanan yang melelahkan, bayangkan saja perjalanan yang normalnya hanya membutuhkan 12 JAM harus ditempuh dalam waktu 30 JAM !!!!! Sungguh Menyebalkan…!!!!!

Semoga saja kejadian ini tidak terulang kembali…..

4 thoughts on ““Tragedi” Pulang Bersama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s